Kisah Nyata Dibalik Rekor Penjualan “White Christmas” Bing Crosby

14

Mustahil membayangkan Natal tanpa mendengarkan Bing Crosby menyanyikan “White Christmas.” Lagu adalah jangkar budaya. Pokok musim ini. Tapi angka di baliknya? Mereka mengejutkan.

Irving Berlin menulis lagunya. Dia memberikannya kepada Crosby untuk film tahun 1942 Holiday Inn. Lagu ini diputar di bioskop pada tahun yang sama. Ini langsung menjadi hit.

Lalu sejarah terjadi. Lagu itu terus terjual. Dan menjual. Dan menjual.

Menurut Guinness World Records, “Natal Putih” memegang dua gelar besar. Ini adalah rekor Natal terlaris sepanjang masa. Tidak termasuk data streaming tentunya. Ini juga merupakan single terlaris dalam sejarah manusia.

Pikirkan tentang skala itu.

Trek lain hampir saja. Tapi tidak ada yang mengalahkan yang satu ini. Lagu ini mendominasi tangga lagu beberapa dekade kemudian. Itu diputar di setiap stasiun radio. Ini mendefinisikan hari libur bagi jutaan orang.

Rekaman tahun 1942 tetap menjadi patokan. Hollywood memberi kami filmnya. Berlin memberi kami melodi. Crosby memberi kami suaranya.

Selebihnya hanya kebisingan.

“White Christmas” adalah single terlaris sepanjang masa.

Kami masih berdebat tentang lagu-lagu terhebat. Kami memperdebatkan album terbaik. Namun angka ini tidak berbohong.

Satu rekor. Seorang penyanyi. Suatu musim dingin.

Itu masih diputar. Itu masih menggerakkan orang.

Siapa lagi yang mendekat?