Para Astronom Terkejut dengan Eksoplanet ‘Permen Kapas’ yang Tersembunyi di Balik Kabut Asap yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

9

Para astronom menghadapi misteri yang terus-menerus: trio planet ekstrasurya dengan kepadatan sangat rendah, yang mengorbit bintang jauh, tetap tertutup kabut yang begitu tebal sehingga bahkan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) yang kuat pun tidak dapat menembusnya. Dunia-dunia ini, yang dijuluki “planet permen kapas” karena kepadatannya yang sangat rendah, menantang pemahaman terkini tentang pembentukan planet.

Sistem Kepler-51 yang Enigmatis

Planet – Kepler-51b, c, dan d – berada 2.615 tahun cahaya jauhnya dalam sistem empat planet. Mereka awalnya ditemukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA, yang mendeteksi mereka lewat di depan bintangnya. Pengukuran ukuran dan massa planet mengungkap sebuah anomali: ukurannya sebanding dengan Saturnus, namun massanya hanya sebagian kecil.

Secara spesifik, planet 51b, c, dan d memiliki jari-jari 7,1, 9, dan 9,7 kali massa Bumi, sedangkan massanya masing-masing hanya 3,7, 5,6, dan 5,6 kali massa Bumi. Sebagai perbandingan, Saturnus memiliki massa 95 kali lebih besar dari Bumi. Hal ini membuat mereka sangat mengembang, dengan kepadatan yang lebih mirip gula pintal dibandingkan planet berbatu atau gas.

Masalah Kabut Asap

Upaya menganalisis atmosfer planet-planet ini menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble dan JWST telah gagal. Kabut yang mengelilingi Kepler-51d sangat tebal sehingga analisis spektroskopi, yang mengandalkan identifikasi sidik jari kimiawi molekul atmosfer, tidak membuahkan hasil.

“Cahaya bintang disaring melalui atmosfer planet sebelum mencapai teleskop kita,” jelas Jessica Libby-Roberts dari University of Tampa. “Jika kita melihat rentang panjang gelombang… kita mendapatkan semacam sidik jari atmosfer planet yang mengungkap komposisinya.” Namun, tidak ada sidik jari yang muncul, hal ini menunjukkan bahwa kabut menutupi sinyal atmosfer yang mendasarinya.

Mengapa Ini Penting

Keberadaan planet dengan kepadatan sangat rendah ini memberikan dampak buruk pada model pembentukan raksasa gas saat ini. Raksasa gas seperti Jupiter dan Saturnus terbentuk di sekitar inti padat yang secara gravitasi menarik gas dari piringan protoplanet di sekitarnya. Namun, planet-planet Kepler-51 tampaknya memiliki inti yang kecil dan atmosfer yang membengkak – kombinasi yang sulit dijelaskan.

Sistem ini juga relatif muda (berusia sekitar 500 juta tahun), meningkatkan kemungkinan bahwa planet-planet berada dalam keadaan transisi. Aktivitas bintang mungkin menghilangkan gas-gas luarnya, yang berarti planet-planet ini mungkin tidak akan tetap mengembang dalam waktu lama.

Masa Depan Penelitian

Tim lain saat ini sedang menganalisis atmosfer Kepler-51b menggunakan instrumen NIRSpec JWST. Jika berhasil, pengamatan ini dapat memberikan petunjuk tentang asal usul ketiga planet aneh dalam sistem tersebut. Untuk saat ini, misteri “planet permen kapas” masih belum terpecahkan, menyoroti banyak hal yang belum diketahui yang masih tersembunyi di dalam kosmos.

Sistem Kepler-51 menghadirkan tantangan unik bagi para ilmuwan planet: bagaimana gas raksasa bisa terbentuk dengan kepadatan rendah dan atmosfer tebal? Pengamatan lebih lanjut akan sangat penting dalam mengungkap teka-teki kosmik ini.