Tempat Anda Menyimpan Lemak Penting: Studi Menghubungkan Pola Lemak Tubuh dengan Penurunan Otak

14

Meningkatkan kelebihan lemak tubuh bukan hanya masalah berat badan – di mana penumpukan lemak kini dikaitkan dengan percepatan penuaan otak dan penurunan kognitif. Penelitian baru dari Xuzhou Medical University di Tiongkok menganalisis pemindaian MRI dan data kognitif dari hampir 26.000 orang, mengungkapkan bahwa pola distribusi lemak tertentu secara independen dikaitkan dengan penurunan volume otak, risiko neurologis, dan penurunan kognitif yang lebih cepat.

Temuan Utama Studi ini

Para peneliti menggunakan pemodelan statistik untuk mengkategorikan partisipan menjadi enam kelompok berdasarkan distribusi lemak tubuh. Hasilnya sangat mengejutkan: semua kelompok dengan pola lemak yang bervariasi menunjukkan volume otak yang lebih rendah dan materi abu-abu yang lebih sedikit dibandingkan dengan individu kurus, bahkan mereka yang memiliki BMI rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran BMI tradisional saja tidak sepenuhnya memperhitungkan risiko terhadap kesehatan otak.

Dua jenis distribusi lemak yang sebelumnya tidak terdefinisi menonjol:
“Predominan pankreas”: Konsentrasi lemak tinggi di sekitar pankreas.
“Skinny-fat”: Timbunan lemak padat di sekitar organ, meskipun BMI normal.

Kedua profil tersebut berkorelasi dengan risiko tertinggi hilangnya materi abu-abu, lesi materi putih, dan percepatan penuaan otak. Studi ini juga menemukan hubungan spesifik jenis kelamin: penuaan otak lebih cepat terjadi pada pria, sedangkan pola dominan pankreas lebih kuat terkait dengan epilepsi pada wanita.

Mengapa Ini Penting

Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa obesitas bukan hanya tentang massa lemak total; ini tentang di mana lemak disimpan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa BMI yang lebih tinggi dapat membahayakan struktur otak, namun penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi lemak itu sendiri mungkin merupakan faktor risiko tersendiri. Temuan ini dapat berarti bahwa individu dengan BMI yang tampaknya “sehat” mungkin masih berisiko jika mereka memiliki lemak visceral (berbasis organ) yang berlebihan.

“Kesehatan otak bukan hanya soal seberapa banyak lemak yang Anda miliki, tapi juga kemana perginya,” kata ahli radiologi Kai Liu.

Peringatan dan Penelitian Masa Depan

Temuan penelitian ini didasarkan pada satu gambaran waktu. Distribusi lemak dan kesehatan otak tidak terlacak selama bertahun-tahun, sehingga sebab-akibatnya tidak terbukti. Para pesertanya juga berusia paruh baya dan sebagian besar berasal dari Inggris, sehingga membatasi kemampuan generalisasi.

Namun, penelitian ini menunjukkan area penting untuk penyelidikan di masa depan. Jika divalidasi dalam penelitian yang lebih besar dan beragam, profil lemak ini bisa menjadi penanda peringatan dini penurunan kognitif. Hal ini dapat memberdayakan individu untuk melakukan perubahan gaya hidup atau mencari intervensi medis lebih cepat.

Semakin banyak kita mempelajari hubungan antara lemak dan kesehatan otak, semakin baik kita dapat menargetkan pengobatan dan mencegah masalah neurologis.