Bulan terakhir tahun ini akan tampak sangat terang malam ini, mencapai 88% iluminasi. Fase “Waxing Gibbous” ini menawarkan visibilitas yang sangat baik bagi para pengamat bintang bahkan dengan peralatan dasar.
Apa yang Akan Anda Lihat Tanpa Peralatan
Dengan mata telanjang, pengamat dapat dengan mudah melihat fitur bulan yang menonjol seperti Mares Fecunditatis (Laut Kesuburan), Serenitatis (Laut Serenity), dan Vaporum (Lautan Uap). Dataran yang gelap dan halus ini merupakan cekungan vulkanik purba.
Peningkatan Tampilan dengan Teropong dan Teleskop
Teropong akan mengungkap lebih detail, termasuk kawah seperti Endymion dan Clavius, serta Mare Nectaris (Lautan Nektar). Sebuah teleskop meningkatkan pengalaman ini lebih jauh, memungkinkan kita melihat sekilas lokasi pendaratan Apollo yang bersejarah (Apollo 14 dan 15) dan Rima Hyginus – saluran panjang dan berkelok-kelok yang diyakini sebagai tabung lava yang runtuh.
Penjelasan Siklus Bulan
Fase Bulan disebabkan oleh orbitnya mengelilingi Bumi dan perubahan sudut sinar matahari menyinari permukaannya. Dibutuhkan sekitar 29,5 hari bagi Bulan untuk menyelesaikan satu siklus penuh. Berikut rincian delapan fase utama:
- Bulan Baru: Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tampak gelap dari sudut pandang kita.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya muncul, semakin besar setiap malam.
- Kuartal Pertama: Separuh bulan diterangi.
- Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, mendekati penuh. Ini adalah fase malam ini.
- Bulan Purnama: Seluruh wajah bersinar terang. Yang berikutnya adalah 3 Januari.
- Memudar Gibbous: Cahaya mulai surut dari sisi kanan (Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Ketiga: Bulan sabit lagi, tapi sekarang sisi kirinya menyala.
- Wing Crescent: Kepingan terakhir yang tipis sebelum siklus berulang.
Memahami fase-fase ini bukan hanya tentang mengamati langit; itu telah mempengaruhi kalender, pertanian, dan bahkan mitologi selama berabad-abad. Bulan yang dapat diprediksi menjadikannya penanda waktu dan perubahan yang dapat diandalkan.
Bulan purnama berikutnya akan terjadi pada tanggal 3 Januari, melanjutkan siklus langit.
