Misi Artemis II Tertunda Lagi: Roket Kembali untuk Perbaikan

14
Misi Artemis II Tertunda Lagi: Roket Kembali untuk Perbaikan

NASA sekali lagi menunda peluncuran misi bulan Artemis II yang sangat dinanti setelah menemukan masalah aliran helium yang kritis pada roket Space Launch System (SLS). Misi tersebut, yang dimaksudkan untuk mengirim empat astronot dalam perjalanan mengelilingi bulan, kini akan diluncurkan paling lambat bulan April, menandai kemunduran lain bagi Program Artemis yang ambisius.

Masalahnya: Aliran Helium Esensial

Penundaan ini disebabkan oleh masalah aliran helium ke bagian atas roket SLS. Helium bukan sekadar gas yang mudah digunakan dalam konteks ini; ini penting untuk mengontrol kondisi mesin dan memberi tekanan pada tangki bahan bakar. Tanpa aliran helium yang baik, roket tidak dapat beroperasi dengan aman dan efisien. Ini bukanlah masalah kecil. Roket tersebut harus dikembalikan ke Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) di Kennedy Space Center (KSC) di Florida untuk penyelidikan dan perbaikan menyeluruh.

Pola Kemunduran

Penundaan terbaru ini merupakan bagian dari pola yang meresahkan bagi Artemis. Program ini menghadapi banyak rintangan, termasuk kebocoran hidrogen yang berulang kali dan komplikasi teknis. Meskipun uji coba pakaian basah berhasil diselesaikan pada hari Kamis, yang menunjukkan kemampuan sistem untuk mengisi bahan bakar lebih dari 2,6 juta liter propelan kriogenik, masalah helium muncul beberapa jam kemudian, menyoroti kerapuhan operasi penerbangan luar angkasa yang kompleks.

Mengapa Ini Penting: Lebih dari Sekadar Penundaan

Program Artemis bukan hanya tentang mengembalikan manusia ke bulan; ini tentang membangun kehadiran jangka panjang dan menggunakan bulan sebagai landasan untuk misi masa depan ke Mars. Setiap penundaan akan melemahkan kepercayaan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan program. Kemunduran ini juga menggarisbawahi risiko yang melekat dalam mendorong batas-batas eksplorasi ruang angkasa.

Investigasi dan Langkah Selanjutnya

NASA saat ini sedang memeriksa kemungkinan penyebabnya, termasuk masalah pada koneksi darat-ke-roket, filter, dan katup di tahap atas. Badan tersebut bahkan sedang meninjau data dari misi Artemis I yang tidak berawak, yang mengalami masalah tekanan serupa sebelum diluncurkan pada tahun 2022. Meskipun pengembalian ke VAB dapat mempertahankan jangka waktu peluncuran pada bulan April, hal ini tidak dijamin.

Misi Bersejarah Ditunda

Artemis II, ketika akhirnya diluncurkan, akan menjadi peristiwa penting: misi manusia ke bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun dan yang pertama yang melibatkan seorang wanita dan astronot kulit hitam dalam kru bulan. Penerbangan 10 hari ini akan menguji sistem penting menjelang Artemis III, yang dijadwalkan untuk mendaratkan astronot di bulan pada tahun 2028. Namun, untuk saat ini, misi tersebut tetap tidak dilakukan, sebuah pengingat bahwa program luar angkasa yang paling ambisius pun tunduk pada realitas teknik dan fisika yang tidak dapat diprediksi.

Upaya NASA dalam melakukan eksplorasi bulan dan Mars bergantung pada upaya mengatasi tantangan-tantangan ini, namun dengan setiap penundaan, kelayakan jangka panjang program ini semakin diuji.