Tata Surya Kita: Yang Terpencil di Kosmos

7

Selama beberapa dekade, para astronom berasumsi bahwa tata surya kita adalah sistem yang tipikal. Hari ini, kita lebih tahu. Susunan planet-planet di sekitar matahari kita sangat tidak biasa dibandingkan dengan sebagian besar sistem bintang lain yang diamati di galaksi. Kesadaran ini telah mengubah cara para ilmuwan memahami pembentukan planet dan bahkan menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya dunia mirip Bumi di tempat lain.

Petunjuk Awal Keunikan

Exoplanet pertama (planet yang mengorbit bintang lain) ditemukan pada tahun 1990an, namun baru pada awal tahun 2000an survei sistematis mulai mengungkap betapa anehnya lingkungan planet kita. Proyek seperti High Accuracy Radial Velocity Planetary Searcher di Chile dan California Legacy Survey dengan cermat memantau bintang untuk mengetahui adanya goyangan halus yang disebabkan oleh planet yang mengorbit.

Pengamatan awal ini menunjukkan sebuah pola: kebanyakan sistem bintang tidak menyerupai sistem bintang kita. Matahari kita lebih besar dari 90% bintang lainnya, dan tidak seperti kebanyakan bintang, matahari bukanlah bagian dari sistem biner atau multibintang.

Potongan Hilang dan Susunan Aneh

Mungkin perbedaan yang paling mencolok adalah tidak adanya jenis planet yang umum di sekitar bintang lain. Bumi Super dan sub-Neptunus – dunia yang massanya antara 2 dan 10 kali massa Bumi – banyak terdapat di tempat lain, namun sangat jarang ditemukan di tata surya kita.

Selain itu, penempatan Jupiter tidak lazim. Di sebagian besar sistem yang diamati, raksasa gas mengorbit lebih dekat ke bintangnya. Jupiter kita terletak jauh pada jarak sekitar 700 juta kilometer. Jarak ini tidak acak; ini menunjukkan sejarah yang kacau.

Model Bagus dan Migrasi Planet

Penemuan sistem eksoplanet yang sangat tidak stabil mendorong kita memikirkan kembali masa lalu tata surya kita. “Model bagus” – diusulkan pada tahun 2001 – menunjukkan bahwa pada awal sejarahnya, tata surya kita mengalami perombakan dramatis. Jupiter bermigrasi ke luar, menghamburkan asteroid dan bulan ke orbitnya saat ini.

Ini bukan sekedar spekulasi. Para astronom menemukan bahwa 9 dari 10 sistem planet ekstrasurya raksasa menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan serupa. Pertanyaannya adalah: jika hal itu terjadi di luar sana, mungkinkah hal itu terjadi di sini?

Seberapa Langka Kita?

Implikasinya sangat besar. Sean Raymond, astronom di Universitas Bordeaux, dengan blak-blakan menyatakan: “Hal-hal aneh adalah apa yang kita miliki dan apa yang tidak kita miliki.” Kami tidak tahu apakah sistem kami sedikit tidak biasa (level 1%) atau sangat langka (1 dalam sejuta).

Pencarian berkelanjutan untuk planet mirip Bumi di sekitar bintang mirip Matahari sejauh ini tidak membuahkan hasil. Meskipun ribuan exoplanet telah diidentifikasi, belum ada satupun yang menandingi planet kita dalam hal ukuran, komposisi, dan stabilitas orbit. Hal ini menimbulkan kemungkinan yang tidak menyenangkan bahwa kondisi seperti yang terjadi di Bumi mungkin jauh lebih jarang terjadi dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Kesimpulannya, semakin banyak kita belajar tentang exoplanet, semakin kita memahami bahwa tata surya kita bukanlah sebuah norma, melainkan sebuah outlier. Kesadaran ini secara mendasar mengubah perspektif kita mengenai pembentukan planet, pencarian kehidupan, dan posisi kita di alam semesta.