Masa Lalu Titan yang Penuh Kekerasan: Bukti Baru Menunjukkan Bulan Terbesar Saturnus Terbentuk Dari Tabrakan

19

Bulan terbesar Saturnus, Titan, mungkin tidak terbentuk secara bertahap selama miliaran tahun, melainkan muncul dari tabrakan dahsyat antara dua bulan besar sekitar 400 juta tahun yang lalu. Hipotesis baru ini, yang didukung oleh data dari wahana Cassini milik NASA, memberikan penjelasan menarik mengenai beberapa fitur membingungkan sistem Saturnus, termasuk asal mula cincin ikoniknya dan orbit aneh bulan-bulan lain.

Bulan yang Lahir dari Kekacauan

Selama beberapa dekade, para ilmuwan berasumsi Titan terbentuk secara perlahan, seperti kebanyakan bulan lainnya, akibat akumulasi debu dan batu. Namun, penelitian terbaru menantang pandangan ini. Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di server pracetak arXiv dan diterima untuk dipublikasikan di The Planetary Science Journal, menunjukkan bahwa Titan adalah produk merger yang kejam. Dua bulan raksasa – yang dijuluki “Proto-Titan” dan “Proto-Hyperion” – bertabrakan, menghasilkan pembentukan bulan yang kita kenal sekarang.

Ini bukanlah pertemuan yang lembut; itu adalah dampak yang sangat besar. Tabrakan tersebut juga bisa menjelaskan keberadaan Hyperion, salah satu bulan Saturnus. Satelit yang lebih kecil ini, yang lebarnya kira-kira 84 mil, diperkirakan terbentuk dari puing-puing yang berserakan setelah tabrakan awal, mirip dengan bulan Bumi yang diyakini berasal dari tumbukan Theia dengan Bumi awal.

Bulan Hilang dan Orbit Saturnus yang Miring

Saturnus saat ini memiliki setidaknya 274 bulan, terbanyak di antara planet mana pun di tata surya kita. Namun, para astronom telah lama menduga bahwa bulan besar lainnya pernah mengorbit raksasa gas tersebut, namun menghilang secara misterius. Kemiringan planet yang tidak biasa ini, sehingga kita dapat melihat dengan jelas cincin-cincinnya, mengisyaratkan bahwa suatu benda masif pernah mengganggu orbitnya. Para peneliti berpendapat bahwa bulan yang hilang ini tidak hilang tetapi hancur dalam peristiwa bencana yang sama yang menciptakan Titan.

Petunjuk utamanya? hiperion. Resonansi orbitnya dengan Titan—yang mengelilingi Saturnus tiga kali untuk setiap empat orbit Titan—relatif baru, sekitar beberapa ratus juta tahun yang lalu. Waktu ini bertepatan dengan perkiraan hilangnya bulan yang hilang, yang menunjukkan bahwa Hyperion mungkin merupakan sisa dari tabrakan tersebut.

Cincin dan Anomali Orbital

Peristiwa tumbukan tersebut mungkin tidak hanya menciptakan Titan dan Hyperion. Para peneliti berteori bahwa puing-puing tabrakan tersebut akhirnya menetap di cincin Saturnus, yang diperkirakan berusia sekitar 100 juta tahun. Hal ini menantang temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa cincin tersebut jauh lebih tua.

Lebih lanjut, tabrakan tersebut dapat menjelaskan kemiringan orbit bulan Saturnus lainnya, seperti Iapetus dan Rhea. Sudut yang tidak biasa menunjukkan bahwa mereka dipengaruhi oleh interaksi gravitasi yang dihasilkan dari peristiwa bencana tersebut.

Bulan Muda Dengan Sedikit Bekas Luka

Permukaan Titan yang sangat mulus—tidak memiliki kawah besar seperti yang terlihat pada bulan-bulan tua seperti Callisto di Jupiter—juga mendukung hipotesis baru ini. Bulan yang lebih muda akan memiliki lebih sedikit waktu untuk mengumpulkan bekas dampak. Para peneliti berpendapat bahwa Proto-Titan kemungkinan besar memiliki banyak kawah sebelum tabrakan, namun dampaknya muncul kembali, menciptakan permukaan yang relatif murni seperti yang kita lihat sekarang.

Masa Depan Eksplorasi

Misi Dragonfly NASA, yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2028, dijadwalkan tiba di Titan pada tahun 2034. Pesawat luar angkasa mirip drone ini akan menjelajahi permukaan dan atmosfer bulan, berpotensi memberikan bukti pasti untuk mengonfirmasi hipotesis tabrakan dan mengungkap rahasia lebih lanjut dari dunia yang penuh teka-teki ini.

Penelitian baru ini membentuk kembali pemahaman kita tentang Titan, dengan menampilkannya bukan sebagai peninggalan tata surya awal namun sebagai produk kekerasan kosmik yang relatif baru. Tabrakan ini tidak hanya menjelaskan pembentukan Titan tetapi juga memberikan penjelasan terpadu atas beberapa misteri lama dalam sistem Saturnus.