Filter Baru Menghancurkan ‘Selamanya Bahan Kimia’ 100x Lebih Cepat Dibandingkan Metode yang Ada

9

Sebuah tim ilmuwan telah mengembangkan terobosan sistem penyaringan air yang mampu menghilangkan PFAS berbahaya – yang disebut “bahan kimia selamanya” – dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dibandingkan filter karbon komersial saat ini. Teknologi ini, yang dipimpin oleh para peneliti di Rice University, menawarkan solusi yang berpotensi revolusioner terhadap kontaminasi yang meluas, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa cepat upaya pembersihan yang ada dapat diperbarui.

Masalah PFAS: Mengapa Itu Penting

Zat per dan polifluoroalkil (PFAS) adalah senyawa sintetis yang digunakan selama puluhan tahun dalam segala hal mulai dari peralatan masak antilengket dan busa pemadam kebakaran hingga kemasan makanan dan pakaian tahan air. Daya tahannya – yang menjadikan mereka berguna – kini menjadi sumber krisis yang semakin besar. PFAS tidak terurai di lingkungan, sehingga mendapat julukan “selamanya kimia”.

Bahan kimia ini terakumulasi di air, tanah, udara, dan bahkan tubuh manusia. Paparan zat kimia ini terkait dengan dampak kesehatan yang serius, termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan masalah perkembangan. Meskipun terdapat beberapa peraturan, lebih dari 12.000 varian PFAS masih digunakan, dan sebagian besar dampak jangka panjangnya tidak diketahui.

Metode Filtrasi Baru: Cara Kerjanya

Sistem baru ini menggunakan bahan hidroksida ganda (LDH) berlapis, yang menggabungkan tembaga, aluminium, dan nitrat. Senyawa ini secara efektif menangkap molekul PFAS dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bahan lainnya.

  • Struktur unik LDH, dengan sedikit ketidakseimbangan muatan, menggunakan PFOA (varian PFAS yang sangat berbahaya).
  • Setelah jenuh, bahan dapat dipanaskan dengan kalsium karbonat untuk memecah PFAS, menghilangkan tulang punggung fluornya.
  • Sisa limbah aman untuk dibuang ke TPA, tidak seperti beberapa metode saat ini yang menghasilkan kontaminasi sekunder.

Menurut penulis utama Youngkun Chung, senyawa LDH menangkap PFAS “lebih dari 1.000 kali lebih baik” dibandingkan bahan lain, menghilangkan sejumlah besar PFAS dalam hitungan menit.

Apa Selanjutnya? Peningkatan untuk Penggunaan di Dunia Nyata

Metode penyaringan telah menunjukkan hasil yang kuat dalam uji laboratorium menggunakan air yang terkontaminasi dari sungai, sumber keran, dan instalasi pengolahan air limbah. Para peneliti sekarang berupaya untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam fasilitas pengolahan air yang ada.

“Kami sangat gembira dengan potensi teknologi unik berbasis LDH ini yang dapat mengubah cara pengolahan sumber air yang terkontaminasi PFAS dalam waktu dekat,” kata insinyur Michael Wong.

Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, kecepatan dan efisiensi filter baru ini menunjukkan lompatan maju yang signifikan dalam mengatasi krisis PFAS. Tantangannya saat ini terletak pada peningkatan produksi dan implementasi untuk mengatasi kontaminasi yang meluas sebelum dampak kesehatan lebih lanjut terjadi.