Terompet Perang Celtic Kuno Ditemukan di Inggris, Mungkin Terkait dengan Ratu Boudica

17

Para arkeolog di West Norfolk, Inggris, telah menemukan terompet perang Celtic berusia 2.000 tahun yang terpelihara dengan sangat baik – sebuah carnyx – bersama dengan artefak langka lainnya yang mungkin digunakan selama konflik melawan Kekaisaran Romawi. Penemuan ini, yang diumumkan bersama oleh Pre-Construct Archaeology dan Historic England, menawarkan sebuah jendela unik ke dalam budaya militer Zaman Besi Inggris.

Penemuan dan Signifikansinya

Penimbunan itu ditemukan tahun lalu sebelum pembangunan perumahan. Ini mencakup karnyx yang hampir lengkap, dibedakan dari desain berkepala binatang (dalam hal ini, babi hutan), standar militer yang dihias, lima bos perisai, dan komponen logam lainnya. Penemuan seperti ini sangat jarang terjadi; carnyx ini adalah satu dari hanya tiga yang diketahui dari Inggris dan termasuk yang terlengkap yang ditemukan di mana pun di Eropa.

Mengapa ini penting: Carnyces bukan sekadar instrumen; itu adalah senjata psikologis. Instrumen tersebut sengaja dirancang untuk menakuti musuh dengan suaranya yang keras, menusuk, dan mengintimidasi kepala hewan. Kehadiran mereka di medan perang dimaksudkan untuk menginspirasi para pejuang Celtic dan mendemoralisasi legiun Romawi.

Carnyx: Senjata Perang

Carnyx adalah alat musik tiup perunggu dengan badan panjang vertikal yang diakhiri dengan patung binatang dengan mulut terbuka. Desain ini, sering kali menampilkan babi hutan, serigala, atau makhluk ganas lainnya, memperkuat efek menakutkan instrumen tersebut. Prajurit Celtic membawa carnyces bersama senjata tradisional seperti chainmail, perisai, dan tombak.

Tentara Romawi sering menyita carnyce sebagai piala setelah pertempuran, yang merupakan bukti dampak psikologisnya. Fakta bahwa yang satu ini dikuburkan di dalam timbunan menunjukkan bahwa ia mungkin sengaja disembunyikan saat mundur atau setelah kekalahan untuk mencegah penangkapan.

Koneksi ke Pemberontakan Boudica

Perkiraan tanggal penimbunan tersebut (abad ke-1 M) dan lokasinya di Norfolk meningkatkan kemungkinan bahwa artefak ini digunakan oleh suku Celtic yang menolak ekspansi Romawi. Secara khusus, waktunya bertepatan dengan pemberontakan Ratu Boudica pada tahun 60 M.

Boudica, ratu suku Iceni, memimpin pemberontakan brutal melawan pemerintahan Romawi yang hampir mengusir kekaisaran tersebut dari Inggris. Meskipun akhirnya dikalahkan, pemberontakannya mengguncang kekuasaan Romawi dan meninggalkan jejak abadi dalam sejarah Inggris.

Pertanyaan besarnya: Apakah carnyx ini dimainkan selama kampanye Boudica? Meskipun bukti pastinya masih kurang, waktu dan lokasinya memberikan kemungkinan yang kuat. Para ahli di Museum Nasional Skotlandia bahkan telah merekonstruksi karnyx dan memainkannya untuk menunjukkan suara instrumen yang memekakkan telinga dan meresahkan.

Pelestarian dan Penelitian Masa Depan

Timbunan tersebut digali dengan hati-hati di laboratorium setelah sinar-X awal dan CT scan dilakukan di seluruh blok bumi tempat ditemukannya. Penelitian dan upaya konservasi yang sedang berlangsung akan terus menjelaskan asal usul dan tujuan artefak tersebut. Penemuan ini akan ditampilkan dalam episode mendatang “Digging for Britain” di BBC Two.

Penemuan ini menggarisbawahi ketahanan dan budaya militer canggih suku Celtic di Inggris. Hal ini mengingatkan kita bahwa meski dalam kekalahan, warisan mereka bergema melalui temuan arkeologis seperti karnyx yang luar biasa ini.