Anjing Surgawi Langit Musim Dingin: Cara Menemukan Canis Major dan Canis Minor

27

Selama bulan-bulan musim dingin, dua rasi bintang yang menonjol – Canis Major (Anjing Besar) dan Canis Minor (Anjing Kecil) – terlihat di langit malam. Pola-pola ini tidak hanya indah; mereka telah menjadi budaya yang penting selama ribuan tahun, terkait dengan mitos, pertanian, dan bahkan konsep ketepatan waktu.

Menemukan Anjing

Jika Anda keluar sekitar jam 6 sore. waktu setempat saat kegelapan mulai turun, Anda dapat dengan mudah melihat penanda pertama: Murzam, bintang berkekuatan 2 yang terbit kira-kira 30 derajat selatan dari arah timur. Visualisasikan tangan Anda terkepal sepanjang lengan (sekitar 10 derajat); tiga kepalan tangan di sebelah kanan timur akan membawamu ke sana. Alternatifnya, perpanjang garis imajiner melalui Bellatrix di Orion dan Alnitak (Sabuk Orion), gandakan panjangnya untuk menemukan Murzam.

Hanya 17 menit kemudian, bintang paling terang di langit, Sirius, akan terbit sebagai bagian dari Canis Major. Procyon, bintang paling terang di Canis Minor, muncul lebih awal, sekitar 25 menit sebelum Sirius. Namun, saat malam semakin larut, Procyon muncul di belakang Sirius di langit selatan.

Asal Usul Kuno: Zaman Anjing dan Sungai Nil

Orang dahulu mengamati bintang-bintang ini dengan cermat karena suatu alasan. Kebangkitan Sirius, khususnya, pernah dikaitkan dengan hari-hari terpanas dan paling lembab di musim panas, oleh karena itu disebut “hari-hari anjing”. Orang dahulu percaya bahwa Sirius memperbesar panas matahari, menyebabkan kekeringan dan wabah penyakit.

Yang lebih penting lagi, orang Mesir memuja Sirius karena kemunculan heliakalnya (visibilitas pertama sebelum matahari terbit) bertepatan dengan banjir tahunan Sungai Nil, yang sangat penting bagi pertanian. Bintang tersebut, yang disebut Sopdet, dipandang sebagai dewi yang memanggil air, dan kuil-kuil disejajarkan dengan titik terbitnya. Korelasi ini hanya kebetulan saja, namun bagi orang Mesir, ini adalah bukti adanya hubungan ilahi.

Pengamatan Modern dan Sahabat Tersembunyi

Saat ini, kita tahu bahwa Sirius dan Procyon memiliki bintang yang redup dan padat: bintang katai putih. Sirius B, yang dijuluki “Si Anak Anjing”, berukuran kira-kira sebesar Bumi tetapi memiliki massa yang hampir sama dengan Matahari kita. Kepadatannya sangat ekstrim; segelas penuh akan berbobot sepuluh ton di Bumi.

Para astronom pertama kali mencurigai bintang-bintang ini pada abad ke-19 dengan mengamati jalur bintang yang sedikit bergelombang, yang mengisyaratkan adanya pengaruh gravitasi yang tidak terlihat. Pada tahun 1862, Alvan Clark adalah orang pertama yang mengamati Sirius B dengan teleskop. Pendamping Procyon ditemukan pada tahun 1896. Keberadaan bintang-bintang ini membuktikan bahwa titik paling terang di langit pun seringkali merupakan bagian dari sistem yang kompleks.

Pada pukul 21.30, Canis Major dan Canis Minor sudah terlihat jelas, berkeliaran di langit selatan-tenggara. Canis Major dikenali dari Sirius, bintangnya yang mempesona dan berwarna biru, sedangkan Canis Minor terdiri dari Procyon dan satu bintang terang lainnya.

Anjing-anjing surgawi ini adalah pengingat bahwa langit malam bukan sekadar kanvas cahaya, melainkan jendela menuju sejarah kuno, kepercayaan budaya, dan keajaiban astrofisika yang tersembunyi.