Amazon selangkah lebih dekat untuk menyelesaikan infrastruktur broadband globalnya. Malam ini, 27 April, Roket Atlas V United Launch Alliance (ULA) dijadwalkan meluncurkan 29 satelit ke orbit rendah Bumi sebagai bagian dari proyek Amazon Leo yang sedang berlangsung.
Detail Peluncuran dan Liputan Langsung
Misi ini dijadwalkan lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida. Jendela peluncuran diperkirakan akan dibuka pada 8:52 malam. EDT (0052 GMT pada 28 April) dan akan tetap buka selama 29 menit.
Bagi mereka yang tertarik untuk menyaksikan acara tersebut, liputan langsung akan tersedia melalui ULA dan Space.com, dengan siaran biasanya dimulai 20 menit sebelum jadwal lepas landas.
Skala Proyek Amazon Leo
Sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper, Amazon Leo adalah proyek besar yang bertujuan menciptakan konstelasi internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Proyek ini menjadi pesaing langsung Starlink SpaceX, yang saat ini mendominasi pasar internet satelit.
Untuk mencapai kapasitas operasional penuhnya, Amazon berencana untuk menyebarkan jaringan lebih dari 3.200 satelit. Namun, besarnya ambisi ini tercermin dari banyaknya peluncuran yang diperlukan:
– Proyek ini akan membutuhkan lebih dari 80 peluncuran individu menggunakan berbagai penyedia roket.
– Hingga saat ini, baru sembilan peluncuran yang telah selesai.
– Misi khusus ini, Amazon Leo 6, menandai keenam kalinya ULA membantu penerapan ini.
Armada Penyedia Peluncuran yang Beragam
Amazon tidak bergantung pada satu mitra pun untuk membangun konstelasinya; sebaliknya, mereka menggunakan strategi multi-penyedia untuk memastikan pasokan kapasitas orbit yang stabil. Penghitungan peluncuran saat ini meliputi:
– ULA (Atlas V): 5 misi
– SpaceX (Falcon 9): 3 misi
– Arianespace (Ariane 6): 1 misi
Momentum proyek ini diperkirakan akan segera berlanjut, karena Arianespace dijadwalkan meluncurkan misi Amazon Leo lainnya dari Guyana Prancis pada Selasa pagi, 28 April.
Mendorong Batasan Atlas V
Misi ini mengikuti tren muatan roket Atlas V yang semakin berat. Selama misi sebelumnya (Amazon Leo 5) pada tanggal 4 April, roket tersebut mencetak rekor baru dengan membawa 18 ton ke orbit. Mengingat misi malam ini juga membawa 29 satelit, maka diharapkan dapat menyamai rekor bobot tersebut.
Keberhasilan misi pengangkutan berat ini sangat penting bagi Amazon, karena kemampuan untuk menyebarkan satelit dalam jumlah besar sekaligus secara signifikan mempercepat waktu pembangunan jaringan global yang fungsional.
Kesimpulan: Peluncuran malam ini merupakan langkah tambahan penting dalam perlombaan Amazon untuk bersaing di pasar broadband satelit, menguji kemampuan pengangkutan berat Atlas V untuk membangun konstelasi multi-ribu satelit yang masif.
