Bagaimana Donald Blake Menjadi Thor: Gua yang Memulai Semuanya

10

Donald Blake tidak hanya terbangun pada suatu hari dengan kilatan cahaya di nadinya. Dia adalah seorang dokter. Manusia fana. Manusia dengan stetoskop dan kebutuhan untuk berlibur. Hal itu berubah ketika dia mendarat di Norwegia.

Perjalanan itu seharusnya santai. Sebaliknya, itu adalah sebuah invasi. Manusia Batu Saturnus muncul. Bukan dengan gelombang persahabatan. Dengan permusuhan. Blake berlari. Dia berlari ke gua terdekat, jantungnya berdebar kencang, mencoba melarikan diri dari ancaman alien.

Di sana, dalam kegelapan, dia menemukan sebuah tongkat.

Itu bukan sekedar tongkat jalan. Itu adalah sebuah kunci. Saat Blake menghantamkan tongkatnya ke dinding gua, sesuatu bergeser. Udara berderak. Rasa sakit dari wujud fananya lenyap. Sebagai gantinya muncullah kekuasaan. Guruh. Dan baju besi.

Dia bukan Donald Blake lagi. Dia adalah Thor.

Transformasi ini bukan suatu kebetulan. Hal ini dipicu oleh tindakan tertentu. Pukul tongkatnya. Ubah identitas. Momen ini tak sekadar memperkenalkan superhero. Ini membentuk dualitas inti yang akan menentukan karakter selama beberapa dekade. Dua nyawa. Satu rahasia. Satu palu.

Mengapa Norwegia? Mengapa Manusia Batu? Spesifiknya mungkin terasa seperti cerita komik dari era lain. Namun mekanismenya sederhana. Seorang pria mencari perlindungan. Menemukan suatu objek. Mengambil tindakan. Menjadi dewa.

Itulah asal usulnya. Bukan kecelakaan laboratorium. Bukan gigitan radioaktif. Sesaat ketakutan. Sepotong kayu. Sebuah dinding.